Membangun Karakter Anak Sejak Dini, Penting Untuk Para Orang Tua Ketahui - All Indonesia

Membangun Karakter Anak Sejak Dini, Penting Untuk Para Orang Tua Ketahui

Membangun karakter anak

Anak-anak usia 10 tahun sudah dapat berpikir dan menilai apa yang ia lihat atau dengar. Namun sayangnya, pada usia tersebut masih banyak anak-anak yang belum memiliki pondasi kuat untuk menilai mana yang baik dan yang buruk. Maka tidak sedikit pula, banyak anak-anak yang mengikuti sesuatu dengan dasar asalkan senang. Oleh sebab kewajiban orang tua dalam membangun karakter anak sejak dini merupakan hal yang penting.

Pada usia dini, anak-anak mengalami masa perkembangan dan pembentukan fisik, mental serta spiritual. Umumnya pembentukannya didapat dari belajar dan menyerap perilaku orang tua, saudara dan lingkungan di sekitarnya. Proses perkembangan mental anak terjadi sangat cepat. Maka, sebagai orang tua sudah seharusnya kita membangun karakter anak sejak dini, agar kelak anak-anak kita menjadi manusia yang berakhlak mulia, berprestasi dan menjadi manusia yang memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan.

Tugas menjadi orang tua khususnya dalam hal membangun karakter anak bukanlah hal yang mudah, apalagi rasa sayang orang tua kadang menolerir kesalahan yang dilakukan anak. Berikut ini kami akan berbagi informasi mengenai membentuk anak menjadi pribadi yang berkarakter yang bisa Anda jadikan pedoman.

Konsisten

Membangun karakter anak sejak dini dimulai dari sikap orang tua yang konsisten dengan tujuan. Misalnya: melarang anak memakan benda asing, buang sampah sembarangan dsb. Konsisten disini harus dibarengi dengan sikap, seperti: apa yang dilarang tidak dilakukan juga oleh orang tua. Hindari memarahi anak jika melakukan hal yang dilarang, namun keesokan harinya malah membolehkannya. Hal seperti ini bisa membuat anak bingung dan mengganggu pola berpikirnya tentang apa yang salah dan benar.

Memberikan Pendidikan Agama

Apapun agama yang dianut, memberikan nilai pendidikan beragama merupakan hal yang penting ditanam sejak kecil. Ajaklah buah hati Anda ke mesjid, gereja atau tempat peribadatan sesuai dengan agama yang dianut. Bagi yang beragama islam bisa menyuruhnya mengaji sore hari setiap hari di masjid. Walaupun anak-anak belum mengerti dan memahami hakekat utamanya, setidaknya dari usia dini sudah ditanamkan nilai keagamaan, dengan harapan imannya menjadi lebih kuat. Keimanan seseorang bisa mencegah anak-anak melakukan hal-hal yang dilarang saat masuk usia puber.

Perhatikan Input Yang Diterima Anak

Kebiasaan adalah hal yang dianggap sepele, namun sebenarnya ini menjadi penting karena ketika anak besar ia akan terbiasa dengan pola tersebut. Contoh yang paling sederhana dalam aktivitas sehari-hari adalah: cara makan menggunakan tangan kanan, cara berbicara yang sopan, cara duduk dengan benar dsb.

Tidak Memanjakan

Semua orang tua tentu ingin anaknya senang dan bahagia. Apapun yang bisa membuatnya bahagia dilakukan, namun sayangnya sikap orang tua yang terlalu memanjakan anak berdampak pada sifatnya. Anak-anak yang terlalu dimanjakan akan merengek jika keinginannya tidak dikabulkan. Ia menjadi karakter yang memiliki ego besar, cepat putus asa dan lemah. Jangan dibiasakan memberikan semua yang anak inginkan, berpikirlah untuk jangka panjang demi kebaikan anak kelak.

Pahami Karakter Anak Dan Menjadi Pendengar Yang Baik

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda dengan anak yang lainnya. Oleh sebab itu pahami karakter anak-anak untuk memberikan cara yang tepat dalam membentuk karakternya. Misalnya: ada tipe anak yang tidak sabaran, pemalu dsb. Berikan pengertian yang tepat jika anak melakukan kesalahan.

Selain itu mendengarkan cerita anak adalah hal yang penting. Dengan mengetahui bahwa ia didengar, anak akan menjadi lebih terbuka dengan Anda. Membangun karakter anak sejak dini merupakan proses yang panjang. Peran orang tua, keluarga dan lingkungan merupakan faktor penting menanamkan karakter positif. Anak merupakan harga yang berharga, semoga kita diberi kesabaran mendidik generasi mendatang agar kelak menjadi manusia yang berakhlak mulia dan berkualitas.