4 Penemuan Teknologi Ramah Lingkungan yang Menakjubkan

teknologi ramah lingkungan

Perkembangan teknologi ramah lingkungan mulai berkembang pesat mulai tahun 2015 lalu. Perkembangan sampai sekarang ini telah menciptakan penemuan – penemuan yang tidak hanya sudah siap pakai namun juga menakjubkan.

1. Kantong Plastik Ramah Lingkungan

Kantong plastik ramah lingkungan pasti pernah Anda dengar, bahkan penggunaannya sudah banyak di tempat – tempat perbelanjaan besar. Kantong plastik ramah lingkungan model awal memiliki efek mudah diuraikan oleh tanah, tapi pada tahun 2017 lalu perkembangannya sudah lebih maju lagi.

Perkembangan terbaru dari plastik ramah lingkungan adalah plastik yang dapat terbuat dari bahan aman bahkan sampai dapat diminum. Plastik ramah lingkungan ini terbuat dari fiber serat singkong tanpa adanya bahan baku minyak mentah.

Bahan dari singkong ini membuat plastik bisa dicampur dengan air selama sehari dan hasil campurannya bisa diminum. Pengembangan plastik ini adalah berkat perusahaan bernama Avani yang berasal dari Bali lho.

2. Biodegradable Drone

Untuk kebutuhan mengirim bantuan ke tempat terpencil ataupun daerah bencana drone sekarang ini lebih sering digunakan. Selain lebih kecil sehingga lebih mudah mencapai tempat – tempat yang sulit didaratkan helicopter, drone juga tidak perlu pilot sehingga lebih aman.

Bayangkan saja mengirim bantuan ke area perang, jika menggunakan helicopter ada kemungkinan peluru nyasar bisa mengenai si pilot. Drone bisa menggantikan tugas ini dengan lebih aman, dan dengan teknologi biodegradable, drone ini bisa digunakan sekali pakai tanpa takut membuat sampah.

Drone – drone modern yang digunakan sering kali rusak setelah mencapai tempat bencana karena kondisi ekstrim. Drone yang terbuat dari metal dan plastik tentu sampahnya dapat mencemari lingkungan, tapi yang terbuat dari bahan biodegradable akan lebih aman dibuang jika rusak di lokasi bencana. Pengembangan drone dengan teknologi ramah lingkungan ini diharapkan akan mengurangi sampah elektronik yang sekarang semakin banyak.

3. Smartflower Solar Power

Smartflower adalah evolusi dari panel surya portable. Kemampuan penyerapan smartflower lebih efisien dibandingkan dengan panel surya biasa. Bentuk dari smartflower mirip dengan bunga yang mengembang, lebih tepatnya bunga matahari.

Bunga matahari dapat bergerak mengikuti pergerakan matahari, hal ini ditiru oleh smartflower. Bentuk cekung mirip bunga dan parabola mengonsentrasikan cahaya matahari yang ditangkap. Hal ini lebih hemat tempat dibanding dengan memasang panel surya yang besar – besar untuk menangkap pergerakan cahaya matahari.

Smartflower juga bisa mendeteksi angin besar serta hujan. Smartflower yang mendeteksi hal tersebut akan menutup menjadi kuncup untuk menghindari kerusakan. Bisa dikatakan smartflower adalah panel surya PLTA yang tidak hanya menghasilkan energi lebih banyak, tapi juga tahan kerusakan akibat cuaca.

4. Teknik Tanam Vertikal

Teknik tanam vertikal ini memanfaatkan teknik tanam tanpa tanah dan aliran air dari atas ke bawah. Posisi tanaman yang bertingkat membuat air yang digunakan lebih hemat, karena kelebihan air untuk menyirami akan mengalir ke tanaman di bawah jadi tidak terbuang.

Teknik tanam ini mulai dikembangkan karena kebutuhan lahan pertanian yang selalu meningkat mulai menjadi masalah. Bayangkan saja bahwa jumlah manusia di dunia selalu meningkat cepat, lahan lebih diutamakan untuk pemukiman dan menekan lahan pertanian. Lahan pertanian yang menyempit tentu akan mengurangi tingkat produksi padahal jumlah manusia yang bertambah perlu dipenuhi sumber pangannya.

Teknik tanam vertikal bahkan bisa dilakukan di dalam ruangan. Di Inggris teknologi ramah lingkungan ini sudah dipraktikkan di gendung gudang besar dengan pengaturan atmosfer yang cocok untuk menanam sayur dan buah.